Saturday, January 28, 2017

KONSEP DASAR PROMOSI KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU

KONSEP DASAR PROMOSI KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat
Yang dibina oleh Ibu Nurnaningsih Herya Ulfah,S.KM.,M.Kes


oleh:
Dea Amanda Caressa                          140612602633
Dewi Giusti Destianashari                  140612606277
Diana Zuroida                                     140612601448











UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
September 2014
KATA PENGANTAR

Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat, karena berdasarkan kebutuhan dari materi diskusi kelas tentang promosi kesehatan dan ilmu perilaku dengan maksud untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang materi dari promosi kesehatan dan ilmu perilaku itu sendiri. Untuk materi ini kami usahakan dalam kelengkapan dan ketepatan materi dengan silabus mata kuliah pengantar ilmu kesehatan masyarakat agar tidak rancu dan juga dapat bermanfaat bagi teman- teman mahasiswa.
            Ucapan terima kasih kami ucapkan untuk dosen mata kuliah pengantar ilmu kesehatan masyarakat yaitu ibu Nurnaningsih Herya Ulfah, S.KM.,M.Kes karena beliau kami dapat menuntaskan makalah ini dengan tepat waktu dan semoga dapat memenuhi tugas yang telah di berikan oleh beliau.
            Segala upaya telah di lakukan untuk membuat dan melengkapi isi makalah ini , namun tidak mustahil dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran agar di jadikan masukan untuk tugas di lain waktu.Semoga makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa terutama di kelas kami dan juga tentunya mahasiswa offering lain.




Malang, 21 September 2014


Penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah........................................................................... 1  
1.2 Rumusan masalah..................................................................................... 1  
1.3 Tujuan....................................................................................................... 2  
BAB II  PEMBAHASAN
2.1 Promosi Kesehatan…............................................................................ 3  
2.1.1 Definisi Promosi Kesehatan......................................................... 3
       2.1.2 Konsep Dasar Promosi Kesehatan menurut para ahli.................. 4
       2.1.3 Tujuan Promosi Kesehatan.......................................................... 8
2.1.4 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan............................................ 9
2.1.5 Sasaran Promosi Kesehatan......................................................... 10
2.2 Ilmu Perilaku…………......................................................................... 11
       2.2.1 Definisi Ilmu Perilaku.................................................................. 11
       2.2.2 Tujuan Ilmu Perilaku.................................................................... 12
       2.2.3 Ruang Lingkup Ilmu Perilaku...................................................... 13
2.3 Peran Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku............................ 13
BAB III PENUTUP
 3.1 Kesimpulan........................................................................................... 15
 3.2 Saran                                                                                                      16
Lampiran Pertanyaan                                                                                                  17
Daftar pustaka                                                                                                             18

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Kesehatan didalam hidup seseorang merupakan hal yang penting, namun banyak orang masih belum menyadari bahwa begitu pentingnya kesehatan didalam kehidupannya. Masyarakat memiliki hak didalam memperoleh pelayanan kesehatan hal ini berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 yang tercantum didalam pasal 28 ayat I. Untuk itu diperlukan suatu tindakan yang harus diambil dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tindakan yang perlu bagi masyarakat adalah salah satunya dengan promosi kesehatan dan ilmu perilaku.
Kami telah berusaha mempelajari konsep promosi kesehatan dan ilmu perilaku dari sumber-sumber seperti, dari buku maupun internet. Namun, tidak menutup kemungkinan masih adanya kekurangan maupun kesalahan, maka kami sangat memerlukan saran dan kritik pembaca ataupun dosen pengajar.

1.2    Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari latar belakang itu adalah:
a.         Apakah definisi dari promosi kesehatan?
b.         Apakah tujuan dari promosi kesehatan?
c.         Apa saja ruang lingkup dari promosi kesehatan?
d.        Siapa sasaran dari promosi kesehatan?
e.         Apakah definisi dari ilmu perilaku?
f.          Apakah tujuan dari ilmu perilaku?
g.         Apa saja ruang lingkup dari ilmu perilaku?
h.         Apa peran tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku dalam keseharian?

1.3         Tujuan
1.3.1 Mahasiswa dapat mengetahui definisi, tujuan dan ruang lingkup dari
promosi kesehatan.
1.3.2 Mahasiswa dapat mengetahui definisi, tujuan dan ruang lingkup dari ilmu perilaku.






























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Promosi Kesehatan
2.1.1 Definisi Promosi Kesehatan
Nesi Novita dan Yunetra Franciska (2011) Promosi kesehatan adalah proses peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan yang disertai dengan upaya memfasilitasi perubahan perilaku dan merupakan program kesehatan yang dirancang uuntuk membawa perbaikan atau perubahan dalam indivudu, masyarakat, dan lingkungan. Menurut Ottawa Charter, Promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masyarakat sehingga mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
Wahid Ikhbal Mubarak dan Nurul Cahyatin (2009) Sebenarnya istilah promosi kesehatan adalah perwujudan dari perubahan konsep pendidikan kesehatan yang secara structural tahun 1984 WHO dalam salah satu divisinya, yaitu Divisi Pendidikan Kesehatan (Division Health Education) diubah menjadi Divisi Promosi Kesehatan dan Pendidikan (Division on Health Promotion and Education). Konsep ini oleh Departemen Kesehatan RI tahun 2000 mulai disesuaikan dengan merubah Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat menjadi Direktoral Promosi Kesehatan dan sekarang menjadi Pusat Promosi Kesehatan.
Promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan pada masa lalu, dimana dalam konsep promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat dalam hal pemberian dan peningkatan pedngetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan saja, melainkan juga upaya bagaimana mampu menjembatani adanya perubahan perilaku seseorang. Hal ini berarti promosi kesehatan merupakan program kesehatan yang dirancang untuk membawa perbaikan berupa perubahan perilaku, baik didalam masyarakat maupun lingkungan organisasi, lingkungan fisik, non fisik, social, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya.




2.1.2 Konsep Dasar Promosi Kesehatan menurut para ahli:
a.              Lawrence Green (1984)
Lawrence Green mendefinisi promosi kesehatan sebagai berikut: Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Dari batasan ini jelas, bahwa promosi kesehatan adalah pendidikan kesehatan plus, atau promosi kesehatan adalah lebih dari pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Menurut teori Lawrence Green (1980) disitasi Notoatmodjo, 2003 bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan dan tradisi sebagai faktor predisposisi disamping faktor pendukung seperti lingkungan fisik, prasarana dan faktor pendorong yaitu sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya.

 2.        Piagam Ottawa (Ottawa Charter: 1986)
   Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa, Canada, menyatakan bahwa:
 Promosi Kesehatan adalah suatu proses yang memungkinkan orang untuk meningkatkan kendali atas kesehatannya, dan meningkatkan status kesehatan mereka. Dengan kata lain promosi kesehatan adalah upaya  yang dilakukan terhadap masyarakat sehingga mereka mau dan mampu untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan mereka sendiri. Batasan promosi kesehatan ini mencakup dua dimensi yakni “ kemauan” dan “ kemampuan”, atau tidak sekedar meningkatnya kemauan masyarakat seperti dikonotasikan oleh pendidikan kesehatan. Untuk mencapai status kesehatan yang paripurna baik fisik, mental dan kesejahteraan social, masyarakat harus mampu mengenal/mengidentifikasi dan mewujudkam aspirasinya, untuk memenuhi kebutuhannya, dan mengubah atau  mengatasi keadaan lingkungannya.
Teori klasik oleh Blum (1974) mengatakan bahwa ada 4 determinan utama yang mempengaruhi derajat kesehatn individu, kelompok/masyarakat. Empat determinan tersebut secara berturut-turut besarnya pengaruh terhadap kesehatan adalah:
1.                  Lingkungan : berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia
(organik / anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan)
2.    Perilaku yang meliputi : sikap, kebiasaan, tingkah laku
3.    pelayanan kesehatan : promotif, perawatan, pengobatan,
pencegahan kecacatan, rehabilitasigenetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia
4.    Keturunan atau herediter : gen, hereditas yang menjadi sifat dasar setiap individu
Determinan ini lebih lanjut dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni lingkungan fisik (cuaca, iklim, sarana, dan prasarana, dsb), dan lingkungan non fisik, seperti lingkungan social, budaya, ekonomi, politik, dsb. Bila dianalisis lebih lanjut determinan kesehatan itu sebenarnya adalah semua factor diluar kehidupan manusia , baik secara individu, kelompok, maupun komunitas yang secara langsung atau tidak langssung mempengaruhi kehidupan manusia itu. Hal ini berarti, di samping determinan-determinan tersebut yang telah dirumuskan oleh Blum masih terdapat factor lain yang dapat mempengaruhi atau menentukkan terwujudnya kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat.
Faktor-faktor atau determinan yang menentukan atau mempengaruhi kesehatan  baik individu, kelompok atau masyarakat ini, dalam piagam Ottawa disebut persyaratan untuk kesehatan terdapat 9 faktor, yakni:
1.        Perdamaian atau kemakmuran
2.        Tempat tinggal
3.        Pendidikan
4.        Makanan
5.        Pendapatan
6.        Ekosisten yang stabil dan seimbang
7.        Sumber daya yang berkesinambungan
8.        Keadilan sosial
9.        Pemerataan

Mubarak, W.I, dkk (2007) Dalam Konferensi Internasional Promosi  Kesehatan di Ottawa Canada tahun 1986 telah menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter) yang berisi lima butir kesepakatan yang meliputi :
1. Kebijakan berwawasan kesehatan (Healthy public policy)
Dalam proses pembangunan adakalanya aspek kesehetan sering diabaikan, oleh karena itu adanya kebijakan yang berwawasan kesehatan, diharapkan bisa mengedepankan proses pembangunan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek kesehatan. Kegiatan ini ditujukan kepada para pengambil kebijakan (policy makers) atau pembuat keputusan (decision makers) baik di institusi pemerintah maupun swasta. Sebagai contoh ; adanya perencanaan pembangunan PLTN di daerah jepara, para penagmbil kebijakan dan pembuat keputusan harus benar-benar bisa memperhitungkan untung ruginya. harus diperhatikan kemungkinan dampak radiasi yang akan ditimbulkan, serta kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa berdampak pada kesehatan.
2.  Lingkungan yang mendukung (Supportive environment).
Aspek lingkungan juga perlu diperhatikan. Lingkungan disini diartikan dalam pengertian luas. Baik lingkungan fisik (biotik, non biotik), dan lingkungan non fisik. Diharapkan tercipta lingkungan yang kondusip yang dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat.
Contoh : perlunya jalur hijau didaerah perkotaan, yang akhir-akhir ini sering diabaikan pemanfaatannya oleh oknum-oknum tertentu. perlunya perlindungan diri pada kelompok terpapar pencemaran udara , seperti penggunaan masker pada penjaga loket jalan tol, petugas polantas, dsb.
3. Reorientasi pelayanan kesehatan (Reorient health service).
Adanya kesalahan persepsi mengenai pelayanan kesehatan, tanggung jawab pelayanan kesehatan kadang hanya untuk pemberi pelayanan (health provider ), tetapi  pelayanan kesehatan  juga merupakan  tanggung jawab  bersama antara pemberi pelayanan kesehatan (health provider) dan pihak yang mendapatkan pelayanan. Bagi pihak pemberi pelayanan diharapkan tidak hanya sekedar memberikan pelayanan kesehatan saja, tetapi juga bisa membangkitkan peran serta aktif masyarakat untuk berperan dalam pembangunan kesehatan. dan sebaliknya bagi masyarakat, dalam proses pelayanan dan pembangunan kesehatan harus menyadari bahwa perannya sangatlah penting, tidak hanya sebagai subyek, tetapi sebagai obyek. Sehingga peranserta masyarakat dalam pembangunan kesehatan sangatlah diharapkan.
Contoh : semakin banyaknya upaya-upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat (UKBM), seperti posyandu, UKGMD, Saka bhakti Husada, poskestren, dll.
4.  Ketrampilan individu (Personal Skill)
Dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, ketrampilan individu mutlak diperlukan. Dengan harapan semakin banyak individu yang terampil akan pelihara diri dalam bidang kesehatan, maka akan memberikan cerminan bahwa dalam kelompok dan masyarakat tersebut semuanya dalam keadaan yang sehat. ketrampilan individu sangatlah diharapkan dalam mewujudkan keadaan masyarakat yang sehat. Sebagai dasar untuk terapil tentunya individu dan masyarakat perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan mengenai kesehatan, selain itu masyarakata juga perlu dilatih mengenai cara-cara dan pola-pola hidup sehat.
Contoh : melalui penyuluhan secra indicidu atau kelompok seperti di Posyandu, PKK. Adanya pelatihan kader kesehatan, pelatihan dokter kecil, pelatihan guru UKS, dll.
5. Gerakan masyarakat (Community action).
Adanya gerakan ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa kesehatan tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga milik masyarakat. Untuk dapat menciptakan gerakan kearah hidup sehata, masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan. selain itu masyarakat perlu diberdayakan agar mampu berperilaku hidup sehat. Kewajiban dalam upaya meningkatkan kesehatan sebagai usaha untuk mewujudkan derajat setinggi-tingginya, teranyata bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Masyarakat justru yang berkewajiban dan berperan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Hal ini sesuai yang tertuang dalam Pasal 9 , UU N0. 36 tahun 2009 Tentang kesehatan, yang berbunyi :
“Setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya”.
Contoh ; adanya gerakan 3 M dalam program pemberantasn DBD, gerakan jumat bersih, perlu diketahuai di negeri tetangga malaysia ada gerakan jalan seribu langkah (hal ini bisa kita contoh), bahkan untuk mengukurnya disana sudah dijual alat semacam speedometer.

2.1.3 Tujuan Promosi Kesehatan
Tujuan promosi kesehatan bukan sekedar menyampaikan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan agar masyarakat mengetahui dan berperilaku hidup sehat, tetapi juga bagaimana mampu memelihara dan meningakatkan kesehatannya.
Upaya memecahkan masalah kesehatan ditujukan atau diarahkan kepada faktor perilaku dan faktor non perilaku (lingkungan dan pelayanan). Pendekatan terhadap faktor perilaku adalah promosi atau pendidikan kesehatan. Sedangkan, pendekatan terhadap faktor non perilaku adalah dengan perbaikan lingkungan fisik dan peningkatan lingkungan sosial budaya, serta peningkatan pelayanan kesehatan.
Tujuan promosi kesehatan tercantum dalam UU kesehatan RI No. 36 tahun 2009. Peraturan perundang-undangan tersebut mengatur secara jelas, cermat, dan lengkap setiap aspek kesehatan.Mulai dari pengertian-pengertian penting dalam hukum kesehatan, asas dan tujuan, hak dan kewajiban, tanggung jawab pemerintah, sumber daya di bidang kesehatan, upaya kesehatan, kesehatan ibu, bayi, anak, remaja, lanjut usia, dan penyandang cacat, gizi, kesehatan jiwa, penyakit menular dan tidak menular, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, pengelolaan kesehatan, informasi kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta masyarakat, badan pertimbangan kesehatan, pembinaan dan pengawasan, dan berbagai hal lain yang terkait dengan kesehatan yang diatur dalam tiap babnya.



Menurut Green (1991) dalam Maulana, 2009, tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a.         Tujuan Program
Refleksi dari fase social dan epidemiologi berupa pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam periode tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan. Tujuan program ini juga disebut tujuan jangka panjang, contohnya mortalitas akibat kecelakaan kerja pada pekerja menurun 50 % setelah promosi kesehatan berjalan lima tahun.
b.        Tujuan Pendidikan
Pembelajaran yang harus dicapai agar tercapai perilaku yang diinginkan. Tujuan ini merupakan tujuan jangka menengah, contohnya : cakupan angka kunjungan ke klinik perusahaan meningkat 75% setelah promosi kesehatan berjalan tiga tahun.
c.         Tujuan Perilaku
Gambaran perilaku yang akan dicapai dalam mengatasi masalah kesehatan. Tujuan ini bersifat jangka pendek, berhubungan dengan pengetahuan, sikap, tindakan, contohnya: pengetahuan pekerja tentang tanda-tanda bahaya di tempat kerja meningkat 60% setelah promosi kesehatan berjalan 6 bulan.

2.1.4 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan
Menurut Keleher,et.al, (2007) terdapat 10 (sepuluh) area tindakan promosi kesehatan, yaitu :
1. Membangun kebijakan kesehatan publik
2. Menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan
3. Memberdayakan masyarakat
4. Mengembangkan kemampuan personal
5. Berorientasi pada layanan kesehatan
6. Promote social responbility of health
7. Meningkatkan investasi kesehatan dan ketidakadilan social
8. Meningkatkan konsolidasi dan memperluas kerjasama untuk kesehatan
9. Meningkatkan kemampuan masyarakat.
10. Infrastuktur yang kuat untuk promosi kesehatan.

2.1.5 Sasaran Promosi Kesehatan
Nesi Novita dan Yunetra Franciska (2011) Promosi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, maka sasaran langsung promosi kesehatan adalah masyarakat. Namun demikian, dikarenakan kebatasan sumberdaya yang ada, tidak akan efektif apabila upaya promosi kesehatan langsung ditujukan ke masyarakat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penahapan sasaran promosi kesehatan. Sasaran promosi kesehatan dibagi dalam tiga kelompok sasaran yaitu sebagai berikut.
a.         Sasaran Primer (primary target)
Masyarakat pada umumnya menjadi sasarang langsung promosi kesehatan, misalnya: kepala keluarga untuk masalah kesehatan uum, ibu hamil dan ibu menyusui untuk masalah kesehatan ibu dan anak (KIA), anak sekolah untuk kesehatan remaja, dan lain-lain. Upaya promosi ini sejalan dengan strategi promosi kesehatan pemberdayaan masyarakat (empowerment).
  1. Sasaran sekunder (secondary target)
Para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat disebut sasaran sekunder. Dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di sekitarnya. Selain itu, apabila sasaran sekunder berpeilaku sehat sebagai hasil dari pendidikan kesehatan yang diterimanya, dapat dijadikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi masyarakat di sekitarnya. Upaya promosi kesehatan ini sejalan dengan strategi promosi kesehatan dukungan social (social support).
  1. Sasaran tersier (tertiary target)
Sasaran tersier adalah para pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik ditingkat puasat maupun daerah. Dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh sasaran tersier akan mempunyai dampak terhadap perilaku masyarakat selaku sasaran primer promosi kesehatan dan tokoh masyarakat selaku sasaran sekunder promosi kesehatan. Upaya promosi kesehatan ini sejalan dengan strategi global promosi kesehatan yaitu advokasi (advocacy).

2.2 Ilmu Perilaku
2.2.1 Definisi Ilmu Perilaku
Nesi Novita dan Yunetra Fransika (2011) Ilmu perilaku adalah ilmu yang mempelajari semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Peilaku manusia antara satu dengan yang lain tidak sama baik dalam hal kepandaian, bakat, sikap, minat maupun kepribadian.
Perilaku manusia berasal dari dorongan yang ada dalam diri manusia, sedangkan dorongan merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan yang ada dalam diri manusia. Perilaku adalah respons individu terhadap stimulasi, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya.
Perilaku adalah respons yang terdiri atas respons motorik: berbicara, berjalan, dan sebagainya; respons fisiologik: reaksi hormonal, aktivitas system saraf otonomik, dan sebagainya; respons kognitif: pernyataan yang muncul dipikiran, imajinasi, dan sebagainya; respons afektif: rasa benci, kecewa, marah, dan sebagainya.
Aktivitas manusia dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1)      Aktivitas yang dapat diamati oleh orang lain, misalnya: berjalan, menulis, menyunyik, merawat orang sakit, menolong persalinna dan sebagainya.
2)       Aktivitas yang tidak dapat diamati orang lain (dari luar) misalnya: berfikir, bersikap, berfantasi, dan sebagainya.

Ahli psikologi social Sears, at.al, (1985), mengemukakan empat pendekatan dalam memahami proses terbentuknya perilaku social, yaitu:
1)     Pendekatan Biologis, yang melihat perilaku sebagai karakteristik
            bawaan atau mekanisme fisiologis,
2)     Pendekatan Belajar, yang melihat perilaku sebagai refleksi dari apa
            yang pernah dipelajari seseorang di masa lalu,
3)      Pendekatan Insentif, yang melihat perilaku sebagai upaya untuk
mendapatkan keuntungan dan memperkecil kerugian,
4)      Pendekatan Kognitif, yang melihat perilaku sebagai sesuatu yang
terutama ditentukan oleh persepsi seseorang terhadap situasi sosial di sekitarnya.

Ahli antropologi Suparlan (1986), melihat terbentuknya perilaku individu sebagai totalitas atau resultan dari tiga buah komponen internal diri manusia yang secara bersama-sama membentuk perilaku manusia, yaitu:
1)      Adanya kebutuhan individu pada saat tertentu;
2)      Adanya upaya individu untuk memenuhi kebutuhan tersebut;
3)      Adanya pengetahauan kebudayaan yang dimiliki individu sebagai warga
negara/masyarakat, yang diperoleh melalui proses belajar dari lingkungannya sejak ia dilahirkan, kemudian secara selektif
dipergunakannya sebagai kerangka rujukan untuk menginterprestasikan
suatu objek, secara selektif pula dijadikannya acuan untuk bertindak
sesuatu terhadap objek tersebut.

2.2.2 Tujuan Ilmu Perilaku
1.         Menguasai dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan serta metodologi bidang ilmu kesehatan masyarakat khususnya di kawasan Kepulauan Tropis Semi Ringkai sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah kesehatan yang ada.
2.         Mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi dalam bidang ilmu pendidikan kesehatan dan perilaku.
3.         Mampu menerapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
4.         Mampu mengantisipasi dan tanggap terhadap berbagai perubahan pembangunan dan pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat positif dan negatif.
5.         Menyelenggarakan penelitian dan inovasi teknologi guna memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal dan berkelanjutan sehingga dapat mempercepat proses pembaharuan, pengembangan dan penerapan IPTEKS.
6.         Menyelenggarakan, mengembangkan dan membina kehidupan masyarakat akademik melalui sistem manajemen pendidikan yang efektif dan efisien.
7.         Mengembangkan dan membina kerjasama kemitraan pada tingkat regional, nasional dan internasional.
2.2.3 Ruang Lingkup Ilmu Perilaku
Benjamin Bloom (1977), seorang psikolog pendidikan, membedakan adanya tiga bidang perilaku, yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Kemudian dalam perkembangannya, domain perilaku yang diklasifikasikan oleh Bloom dibagi menjadi tiga tingkat:
a.                 Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap obyek melalui indera yang dimilikinya.
b.                Sikap (attitude)
Sikap merupakan respons tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan.
c.                 Tindakan atau praktik (practice)
Tindakan ini merujuk pada perilaku yang diekspresikan dalam bentuk tindakan, yang merupakan bentuk nyata dari pengetahuan dan sikap yang telah dimiliki.

2.3 Peran Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku di Keseharian
Perubahan pemahaman konsep sehat dan sakit serta makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggugurkan paradigma kesehatan lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif digantikan paradigma pembangunan kesehatan baru, yaitu Paradigma Sehat yang bersifat proaktif. Dalam Indonesia sehat 2010, yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif, ditunjang dengan perilaku masyarakat yang proaktif serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, diperlukan strategi pem­bangunan kesehatan, sasaran serta kebijaksanaan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan, berkelanjutan, menyeluruh, merata dan terintegrasi. Dalam pembangunan kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya guna meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi pada pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga terlatih di bidang promosi kesehatan termasuk pakar yang memahami sosiologi, antropologi, perilaku, ilmu penyuluhan dan lain-lain. Di samping itu, tenaga kesehatan masyarakat juga dapat berperan dibidang kuratif dan rehabilitatif. Tenaga kesehatan masyarakat mempunyai peran strategis dalam mengubah perilaku masyarakat menjadi kondusif terhadap Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) melalui promosi kesehatan.
Promosi yang dilakukan perlu mengikuti 4 tahapan yaitu:
1)      Memperkenalkan gagasan dan teknik perilaku sehat,
2)      Melakukan identifikasi dan mengembangkan strategi perubahan perilaku sehat,
3)      Memotivasi masyarakat sehingga terjadi perubahan perilaku sehat dan
4)      Memahami cara berkomunikasi serta merancang program komunikasi.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Konsep dasar promosi kesehatan dan ilmu perilaku
1.  Promosi kesehatan adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kemauan (willingness) dan kemampuan (ability) masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.
2.  Tujuan promosi kesehatan bukan sekedar menyampaikan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan agar masyarakat mengetahui dan berperilaku hidup sehat, tetapi juga bagaimana mampu memelihara dan meningakatkan kesehatannya.
3.  Ruang lingkup dari promosi kesehatan meliputi: membangun kebijakan kesehatan public, menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan,memberdayakan masyarakat,mengembangkan kemampuan personal,berorientasi pada layanan kesehatan, meningkatkan investasi kesehatan dan ketidakadilan social, meningkatkan konsolidasi dan memperluas kerjasama untuk kesehatan, memberdayakan masayarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat,Infrastuktur yang kuat untuk promosi kesehatan.
4.    Sasaran Promosi kesehatan ada tiga yaitu 1) Sasaran Primer (primary target), 2) Sasaran sekunder (secondary target), 3) Sasaran tersier (tertiary target).
5.      Ilmu perilaku adalah ilmu yang mempelajari semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Peilaku manusia antara satu dengan yang lain tidak sama baik dalam hal kepandaian, bakat, sikap, minat maupun kepribadian.
6.  Tujuan dari ilmu perilaku yaitu menguasai dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan serta metodologi bidang ilmu kesehatan masyarakat khususnya di kawasan Kepulauan Tropis Semi Ringkai sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah kesehatan yang ada.
7.  Menurut Benjamin Bloom (1977), ruang lingkup ilmu perilaku adalah: 1) Pengetahuan (knowledge), 2) Sikap (attitude), 3) Tindakan atau praktik (practice).
8.      Promosi yang dilakukan perlu mengikuti 4 tahapan yaitu memperkenalkan gagasan dan teknik perilaku sehat, melakukan identifikasi dan mengembangkan strategi perubahan perilaku sehat, memotivasi masyarakat sehingga terjadi perubahan perilaku sehat dan memahami cara berkomunikasi serta merancang program komunikasi.
3.2 Saran
Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai materi yang menjadi uraian makalah ini, tentu `banyak kekurangan dan kelemahan karena keterbatasan pengetahuan dan rujukan atau referensi yang kami peroleh. Penulis berharap kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada umumnya dan pembaca pada khususnya. Aamiin









Lampiran Pertanyaan
1.        Reni Mariatul       : Contoh kegiatan promosi kesehatan?
Jawab                   : Sosialisasi tentang HIV/AIDS, NARKOBA, merokok, sex
                               bebas dan kanker serviks (umumnya pada remaja)
2.        Ria Saputri           : Contoh perilaku dalam tindakan yang konkret?
Jawab                   : Peningkatan dan pemeliharaan kesehatan (makan bergizi,
  olahraga), pencegahan penyakit (tidur memakai kelambu),
  pencarian pengobatan (ke pelayanan kesehatan) dan
pemulihan kesehatan (diet, melakukan anjuran dokter)
3.        Annisa’ Hayyu     : Sasaran promosi kesehatan?
Jawab                   : Sasaran Primer (primary target).Sasaran umumnya adalah
  masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi, kepala
keluarga untuk masalah kesehatan umum, Ibu hamil dan
menyusui anak untuk masalah KIA (Kesehatan Ibu dan
Anak) serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain
sebagianya. Sasaran promosi ini sejalan dengan strategi
pemberdayaan masyarakat (empowerment).
4.        Akhlis Hidayat     : Definisi ilmu perilaku (detail)?
Jawab                   : Ilmu perilaku adalah suatu ilmu multidispliner.
  Maksudnya pengkajian ilmu perilaku itu menyangkut
  banyak aspek yang dikaji/ditinjau dari berbagai macam
  ilmu. Hal ini wajar karena perilaku merupakan refleksi
  dari berbagai macam aspek, baik fisik maupun non fisik.
  Definisi perilaku menurut Soekidjo & Sarwono, dapat
  dibatasi sebagai keadaan jiwa (berpendapat, berpikir,
  bersikap, berpersepsi, dll) untuk memberikan responsi
  terhadap situasi di luar subjek tersebut. Respon ini dapat
  bersikap pasif (tanpa tindakan) dan dapat bersifat aktif
  (tanpa tindakan).
5.      Nisyah Imani        : Apa perbedaan tujuan promosi kegiatan (pembuat
kebijakan) dengan AKK?
Jawab                   : Petugas promosi kesehatan bertindak sebagai
pelaku(tangan), sedangkan AKK sebagai pembuat
kebijakan (otak)
6.        Farida S                : Apa usaha peningkatan kualitas personal petugas promosi
kesehatan?
Jawab                   : Meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dan
IPTEK
7.        A. Komsun           : Perbedaan poin tujuan ke 3 dan ke 9?
Jawab                   : Kesalahan pengetikan
8.        Aulia R                 : Ruang lingkup promosi kesehatan selain penyuluhan?
Jawab                   : Sales obat juga dapat bertindak sebagai petugas promosi  
  kesehatan. Dalam hal ini petugas promosi kesehatan
dinaungi oleh instansi-instansi swasta maupun instansi
negri, salah satunya BKKBN.
9.      Sri Wulandari       : Hambatan saat melaksanaka promosi kesehatan?
Jawab                   : Pada saat melakukan penyuluhan, peserta merasa bosan
dan tidak tertarik karena monoton.
10.  Silmy M               : cara masyarakat agar tertarik dengan promosi kesehatan?
Jawab                   : menggunakan media yang lengkap dan menarik (video,
gambar- gambar) media: LCD, Microphone, brosur, dll.










DAFTAR PUSTAKA

Dian, Ayubi. 2010. Konsep Promosi Kesehatan. Departemen Promosi Kesehatan
dan Ilmu Perilaku FKM UI.
Hidayat,Syarif. Strategi Promosi Kesehatan.18 September 2014..
http://www.scribd.com/doc/40462631/Makalah-Strategi-Promosi-Kesehatan-Jadi
Mubarak, W.I, dkk. 2007. Promosi Kesehatam: Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Notoatmodjo, Soekidjo.2003. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo.(2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.Jakarta : Rineka Cipta.
Novita,Nesi. 2011. Promosi Kesehatan dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Saputri, Waode Nurhaeny Emba. Promosi Kesehatan.18 September 2014. file:///E:/Tugas/IKM/ikm/ilmu-perilaku-2-wd-nurhaeny-emba.html