Saturday, January 28, 2017

USAHA-USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

USAHA-USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat
Yang dibina oleh Ibu Nurnaningsih Herya Ulfah,S.KM.,M.Kes


oleh:
Achmad Komsun Failosofis Sholeh               (140612605309)
Afiatur Rofika Sari                                         (140612601554)
Agustina Maulida                                           (140612601667)







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Agustus 2014


                                                  KATA PENGANTAR          


            Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat , karena berdasarkan kebutuhan dari materi diskusi kelas tentang usaha – usaha kesehatan masyarakat oleh karena itu tersusun makalah ini oleh kami bertiga dengan maksud untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang materi dari usaha – usaha kesehatan masyarakat itu sendiri. Untuk materi ini kami usahakan dalam kelengkapan dan ketepatan materi dengan silabus mata kuliah pengantar ilmu kesehatan masyarakat agar tidak rancu dan juga dapat bermanfaat bagi teman- teman mahasiswa.
            Ucapan terima kasih kami ucapkan setinggi- tingginya untuk dosen mata kuliah pengantar ilmu kesehatan masyarakat yaitu ibu Nurnaningsih Herya Ulfah,S.KM.,M.Kes , karena jasa beliau kami dapat menuntaskan makalah ini dengan tepat waktu dan semoga dapat memenuhi tugas yang telah di berikan oleh beliau.
            Segala upaya telah di lakukan untuk membuat dan melengkapi isi makalah ini , namun tidak mustahil dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran agar di jadikan masukan untuk tugas di lain waktu.
            Semoga makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa terutama di kelas kami dan juga tentunya mahasiswa offering lain.




Malang, 21 september 2014




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................................. .  i
DAFTAR ISI............................................................................................................. .  ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah........................................................................  1
1.2 Rumusan masalah..................................................................................  1
1.3 Tujuan....................................................................................................  1
BAB II  PEMBAHASAN
2.1 KIA…...................................................................................................   3
         2.1.1 Definisi KIA.............................................................................   3
         2.1.2 Tujuan KIA............................................................................... . 3
         2.1.3 Kegiatan dan Program KIA......................................................   4
                        2.1.4 Sasaran Program KIA`..............................................................   6
2.2 UKS…………......................................................................................   7
         2.2.1 Definisi UKS............................................................................. . 7
         2.2.2 Tujuan UKS.............................................................................. . 8
         2.2.3 Kegiatan dan Program UKS..................................................... . 8
         2.2.4 Ruang Lingkup UKS................................................................  9
         2.2.5 Sasaran UKS.............................................................................   9
2.3 Usaha Kesehatan Diare......................................................................... 10
         2.3.1 Definisi Usaha Kesehatan Diare............................................... 10
         2.3.2 Tujuan Usaha Kesehatan Diare................................................. 10
         2.3.3 Klasifikasi Diare........................................................................ 10
         2.3.4 Faktor Diare.............................................................................. 11
         2.3.5 Cara Pencegahan dan Pengobatan Diare................................... 13
2.4 Usaha Kesehatan Gizi........................................................................... 14
         2.4.1 Definisi Usaha Kesehatan Gizi................................................. 14
         2.4.2 Tujuan Usaha Kesehatan Gizi................................................... 14
         2.4.3 Pokok-pokok Usaha Kesehatan Gizi......................................... 14
         2.4.4 Kegiatan dan Program Usaha Kesehatan Gizi.......................... 16
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………............................................................................ 17
3.2 Saran…………………………………………………………………..  18
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 19
LAMPIRAN………….............................................................................................. 20













BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar belakang
Usaha – usaha kesehatan adalah usaha – usaha dalam ruang lingkup masyarakat ataupun instansi pemerintah yang menaungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan penuh tanggung jawab atas kesehatan masyarakat. Instansi terkait adalah puskesmas, posyandu , bkkbn dan badan kesehatan lainnya.
Makalah ini tersusun agar memberikan pengetahuan terhadap masyarakat khususnya mahasiswa ilmu kesehatan masyarakat yang fokus pada materi usaha – usaha kesehatan masyarakat untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar ilmu kesehatan masyrakat.
            Semoga dapat memenuhi tugas tersebut dan juga dapat di jadikan sebagai bahan diskusi kelas yang layak dan cocok dengan silabus pengantar ilmu kesehatan masyrakat.

1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1.      Apa definisi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)?
2.      Apa definisi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)?
3.      Apa definisi usaha kesehatan diare?
4.      Apa definisi usaha kesehatan Gizi?

1.3  Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu :
1.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami definisi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) ;
2.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami definisi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) ;
3.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami definisi usaha kesehatan diare ;
4.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami definisi usaha kesehatan gizi;























BAB II
PEMBAHASAN

2. Definisi usaha kesehatan masyarakat
            Usaha kesehatan masyarakat merupakan usaha untuk melindungi dan mempertinggi derajat kesehatan masyrakat.Usaha tersebut untuk memenuhi 3 tujuan yaitu mencegah timbulnya penyakit, meperpanjang masa hidup manusia dan mepertinggi nilai kesehatan manusia.( Efendi, 1998 )

           
2.1 KIA

2.1.1    Definisi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
            Kesehatan Ibu dan Anak adalah suatu program yang meliputi pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lahir, bayi baru lahir dengan komplikasi, bayi dan Balita, remaja, dan Lansia. (Elfriza Sibarani,2013 )

2.1.2 Tujuan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)

Tujuan Program Kesehatan Ibu dan anak (KIA) adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya. ( Eka nurna, 2010)

Sedangkan tujuan khusus program KIA adalah :
1.      Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan , sikap dan perilaku), dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga,paguyuban 10 keluarga, Posyandu dan sebagainya.
2.       Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga, paguyuban 10 keluarga, Posyandu, dan Karang Balita serta di sekolah Taman Kanak-Kanak atau TK.
3.      Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu meneteki.
4.       Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, nifas, ibu meneteki, bayi dan anak balita.
5.      Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat , keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran ibu dan keluarganya.

2.1.3 Kegiatan dan Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
            Kegiatan-kegiatan KIA, yaitu :
1.      Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui, bayi, anak balita, dan anak prasekolah.
2.      Deteki dini faktor resiko ibu hamil.
3.      Pemantauan tumbuh kembang balita.
4.      Imunisasi Tetanus Toxoid 2 kali pada ibu hamil serta polio 3 kali dan campak 1 kali pada bayi.
5.      Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA .
6.      Pengobatan bagi ibu, bayi, anak balita, dan anak prasekolah untuk macam-macam penyakit ringan.
7.      Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan.
8.      Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak.

Program-program KIA yaitu:

  1. Target program adalah meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat pada tahun 2014 dalam program gizi serta kesehatan ibu dan anak yaitu :
  2. Ibu hamil mendapat pelayanan Ante Natal Care (K1) sebesar 100%.
  3. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih sebesar 90%.
  4. Cakupan peserta KB aktif sebesar 65%.
  5. Pelayanan kesehatan bayi sehingga kunjungan neonatal pertama (KN1) sebesar 90% dan KN Lengkap (KN1, KN2, dan KN3) sebesar 88%.
  6. Pelayanan kesehatan anak Balita sebesar 85%.
  7. Balita ditimbang berat badannya (jumlah balita ditimbang/balita seluruhnya (D/S) sebesar 85%).
  8. ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan sebesar 80%.
  9. Rumah Tangga yang mengonsumsi Garam Beryodium sebesar 90%.
  10. Ibu hamil mendapat 90 Tablet Tambah Darah sebesar 85% dan Balita usia 6-59 bulan mendapatkan Kapsul Vitamin A sebanyak 85%.
Strategi Program Kesehatan Ibu dan Anak
Strategi Promosi Peningkatan KIA serta percepatan penurunan AKI dan AKB adalah melalui Advokasi, Bina Suasana dan Pemberdayaan Masyarakat yang didukung oleh Kemitraan.

a.    Advokasi
Advokasi merupakan upaya strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari para pengambil keputusan dan pihak terkait (stakeholders) dalam pelayanan KIA.

b.   Bina Suasana
Bina Suasana merupakan upaya menciptakan opini publik atau lingkungan sosial, baik fisik maupun non fisik, yang mendorong individu, keluarga dan kelompok untuk mau melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terkait dengan upaya peningkatan KIA serta mempercepat penurunan AKI dan AKB. Bina suasana salah satunya dapat dilakukan melalui sosialisasi kepada kelompok-kelompok potensial, seperti organisasi kemasyarakatan, kelompok opini dan media massa. Bina suasana perlu dilakukan untuk mendukung pencapaian target program KIA.

c.    Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya menumbuhkan kesadaran, kemauan, kemampuan masyarakat dalam mencegah dan mengatasi masalah KIA. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan berperan serta dalam pemberdayaan masyarakat di bidang KIA.

d.   Kemitraan
Kemitraan dalam penanganan masalah KIA adalah kerjasama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok peduli KIA atau organisasi-organisasi kemasyarakatan, media massa dan swasta/dunia usaha untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan KIA di masyarakat.

2.1.4 Sasaran Program KIA
Adapun sasaran dari program kesehatan ibu dan anak dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok sasaran, yaitu :
1.      Sasaran Langsung
Sasaran langsung KIA adalah :
a.       Para calon Ibu,
b.      ibu masa Interval,
c.        para ibu maternal  (ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui),
d.       anak balita,
e.        dan anak pra sekolah. 
2.      Sasaran tidak langsung
Sedangkan sasaran tidak langsung dari KIA adalah :
1.      Keluarga pada umumnya
2.      masyarakat dalam bentuk kelompok-kelompok khusus,
3.      keluarga peminat kesehatan ibu dan anak,
4.       organisasi wanita kelompok profesi,
5.      dan masyarakat luas secara keseluruhan.
Program KIA di Indonesia 2014, yauitu:
1.      Dirjen GKIA : “Aturan Pengakhiran Kehamilan, Tolong Dibaca Secara Utuh” dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2014
2.      Beras Forti “Beras Bergizi Untuk Masyarakat”tanggal 14 Agustus 2014
3.      Anak Usia Sekolah Menjadi Tumpuan Kualitas Bangsa dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2014

2.2 UKS

2.2.1 Definisi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
            Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya pembinaan dan pengembangan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah, perguruan agama serta usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan di lingkungan sekolah. ( Departemen Pendidikan Kepri,2011 )
            Sedangkan menurut Azrul Azwar, UKS adalah usaha kesehatan pokok yang menjadi beban tugas puskesmas yang ditujukan kepada sekolah-sekolah dengan anak beserta lingkungan hidupnya, dalam rangka mencapai keadaan kesehatan anak sebaik-baiknya dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak sekolah yang setinggi-tingginya. ( Azrul azwar, 2001 )

2.2.2Tujuan  UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
Untuk memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini gangguan kesehatan yang mungkin terjadi terhadap peserta didik maupun gurunya. (Depdik-Kepri, 2011)

2.2.3 Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
1. Pendidikan kesehatan di sekolah
a.       Kegiatan intra kurikuler
Pendidikan kesehatan yang masuk ke dalam kurikulum, meliputi ilmu kesehatan atau disiplin ilmu seperti : olah raga dan kesehatan, dan ilmu pengetahuan alam.
b.      Kegiatan ekstra kurikuler
Yaitu pendidikan kesehatan yang dimasukkan ke dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler dalam rangka menanamkan perilaku sehat pada peserta didik.
2. Pelayanan kesehatan sekolah
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini gangguan kesehatan yang mungkin terjadi terhadap peserta didik maupun gurunya. Pemeliharaan kesehatan sekolah dilakukan oleh petugas puskesmas yang merupakan tim yang dibentuk di bawah koordinator UKS yang terdiri dari, dokter, perawat, juru imunisasi dan sebagainya.

Kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Pemeriksaan kesehatan fisik
b. Pemeriksaan perkembangan kecerdasan
c. Pemberian imunisasi
d. Penemuan kasus-kasus dini
e. Pengobatan sederhana
f. Pertolongan pertama
g. Rujukan bila diperlukan untuk kasus yang tidak dapat ditanggulangi di sekolah
h. Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan guru.

3. Kesehatan Lingkungan Sekolah
Lingkungan kehidupan sekolah yang sehat mencakup :
1.      Pengawasan terhadap sumber air bersih, sampah air limbah, tempat pembuangan tinja dan kebersihan lingkungan sekolah.
2.      Pengawasan kantin sekolah.
3.      Pengawasan bangunan sekolah yang sehat.
4.      Pengawasan binatang yang ada di lingkungan sekolah.
5.       Pengawasan terhadap pencemaran lingkungan tanah, air dan udara di sekitar sekolah.

2.2.4 Ruang Lingkup UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

 Kegiatan utama UKS disebut Triase UKS, yang terdiri dari :
1.      Pendidikan kesehatan
2.      Pelayanan kesehatan
3.      Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat
.
2.2.5 Sasaran Usaha Kesehatan Sekolah

Sasaran pelayanan usaha kesehatan sekolah adalah seluruh peserta didik dari tingkat pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan agama, pendidikan kejuruan, pendidikan khusus atau pendidikan sekolah luar biasa (Depdik-kepri, 2011)




2.3 Usaha Kesehatan Diare
            2.3.1 Definisi Usaha Kesehatan Diare
Usaha kesehatan dimana untuk menanggulangi masalah penyakit diare dalam lingkungan masyarakat.
Menurut WHO 1980, diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari 3 kali sehari .Secara operasional, diare adalah buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekwensinya lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalamsehari) dan berlangsung kurang dari 14 hari .
Diare berasal dari kata diarrola (bahasa yunani) yang berarti mengalir terus,merupakan suatu keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang terlalu frekuen. (Smeltzer& Barre,2002).
Diare adalah tinja encer (seperti lumpur atau sangat barair) dan lebih sering buang air besar dari pada biasanya.Kadang-kadang diare disertai muntah, nyeri lambung, atau demam. Penyebabnya yang lebih sering terjadi adalah dari bakteri atau parasite(bartlett, 2007).

2.3.2 Tujuan Usaha Kesehatan diare
            Untuk menanggulangi Angka kematian bayi dan balita di indonesia dan mengajak seluruh lapisan masyarakat dari kalangan bawah sampai atas untuk menerapkan gaya hidup sehat dan bersih.

2.3.3 Klasifikasi Diare
Secara umum diare disebabkan oleh 2 hal, yaitu gangguan pada proses absorbs atau sekresi. Ada beberapa pembagian diare :

a. Pembegian diare menurut etiologi
1.      Infeksi
2.      Non infeksi
b. Pembegian diare menurut lamanya diare
1.      Absorbsi
2.      Sekresi
c. Pembagian diare menurut lamanya diare
1.      Diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari
2.      Diare kronik yang berlangsung lebih dari 14 hari

2.3.4 Faktor Diare          
Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam 5 golongan besar,tetapi yang sering ditemukan dilapangan ataupun klinis adalah diare yang menyebabkan keracunan.

a. Faktor Infeksi
Faktor infeksi penyebab diare dapat dibagi dalam infeksi parenteral dan enternal.Penyebab infeksi utama timbulnya diare adalah golongan virus, bakteri, dan parasit.Rotavirus merupakan penyebab utama diare akut pada anak. Sedangkan bakteri penyebab diare tersering antara lain ETEC, shigella, campylobacter.

b. Faktor Umur
Pengaruh usia tampak jelas pada manifestasi diare. Komplikasi lebih banyak terjadi pada umur di bawah 2 bulan secara bermakna, dan makin muda usia bayi makin lama kesembuhan klinik diarenya. Kerusakan mukosa usus yang banyak dipengaruhi dan dipertahankan oleh sistem imunologik intestinal serta regenerasi epitel usus yang pada masa bayi muda masih terbatas kemampuannya.

c. Faktor Status gizi
Pada penderita kurang gizi serangan diare terjadi sering lebih sering, Semakin buruk keadaan gizi anak, semakin sering dan berat diare yang diderita.Diduga bahwa mukosa penderita malnutrisi sangat peka terhadap infeksi karena adanya tahan tubuh yang kurang.Status gizi ini sangat dipengaruhi oleh kemiskinan, ketidaktahuan dengan penyakit. Begitu pula rangkaian antara pendapatan, biaya pemeliharaan kesehatan dan penyakit, keadaan sosio ekonomi yang kurang, hygiene sanitasi jelek, kepadatan penduduk, pendidikan tentang pengertian penyakit, cara penanggulangan penyakit serta pemeliharaan kesehatan.

d. Faktor Lingkungan
Sebagian besar penularan penyakit diare adalah melalui dubur, kotoran dan mulut.Dalam hal mengukur kemampuan penularan penyakit di samping tergantung jumlah dan kekuatan penyebab penyakit, juga terganntung dari kemampuan lingkungan untuk menghidupiya, serta mengembangkan kuman penyebab penyakit diare. Perubahan atau perbaikan air minum dan jamban secara fisik tidak menjamin hilangnya penyakit diare, tetapi perubahan sikap
dan tingkah laku manusia yang memanfaatkan sarana tersebut diatas sangat menentukan keberhasilan perbaikan sanitasi dalam mengurangi masalah diare.

e. Faktor susunan makanan
Faktor susunan makanan terhadap terjadinya diare tampak sebagai kemampuan usus untuk mengahadapi kendala yang berupa :

1. Antigen
Susunan makanan mengandung protein yang tidak homolog, sehingga dapat berlaku sebagai antigen.Lebih-lebih pada bayi dimana kondisi ketahanan lokal usus belum sempurna sehingga terjsdi migrasi molekul makro.

2. Osmolaritas
Susunan makanan yang baik berupa susu maupun makanan padat yang memberikan osmolaritas yang tinggi sehinggga dapat menimbulkan diare misalnya Neonatal Entero Colitis Necroticans pada bayi.
3. Malabsorpsi
Kandungan nutrien makanan yang berupa karbohidrat, lemak maupun protein dapat menimbulkan intoleransi, malabsorpsi maupun alergi sehingga terjadi diare pada anak atau bayi.

4. Mekanik
Kandungan serat yang berlebihan dalam susunan makanan secara mekanik dapat merusak fungsi mukosa usus sehingga timbul diare.


2.3.5        Cara Pencegahan dan Pengobatan Diare
a.       Pencegahan
Pencegahan yang benar dan efektif yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI memperbaiki makanan pendamping ASI, menggunakan air bersih yang cukup, mencuci tangan, menggunakan jamban, membuang tinja bayi yang benar dan memberikan imunisasi campak.

b.      Pengobatan
Penyebab diare karena infeksi masih merupakan masalah yang cukup serius di negara berkembang dan dapat berupa infeksi parenteral (infeksi jalan napas, saluran kencing, dan infeksi sistemik), maupun infeksi enteral (bakteri, virus, jamur, dan parasit). Upaya upaya yang dilakukan dalam program pencegahan dan pemberantasan diare adalah sesuai dengan pengetahuan kita tentang etiologi diare dan sesuai dengan prinsip uapaya kesehatan masyarakat yang dituangkan kedalam kebijakan pemerintah dalam goverment action mengikutsertakan organizzzedcommunity bersifat non-personal, mengutamakan upaya promotif dan prefentif, ditunjukkan kepada kelompok masyarakat yang retang secra tertata dan terarah.



2.4 Usaha kesehatan gizi

2.4.1 Definisi Usaha Kesehatan gizi
Usaha Kesehatan gizi  adalah usaha perbaikkan gizi masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas sektoral, Dilaksanakan oleh berbagai sektor terkait (kesehatan, BKKBN, Pertanian Dalam Negeri), Dikbud, PKKdan lain-lain (Zulkifli, 2003).

2.4.2 Tujuan Usaha kesehatan  Gizi
            Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung perbaikan gin anak balita dan keluarga melalui peningkatan pengertian, partisipasi dan pemerataan hasil kegiatan untuk mencapai keluarga sadar gizi menuju terjadinya manusia berkualitas.

2.4.3 Pokok-pokok kegiatan kesehatan Gizi
a).  Pengawasan gizi anak Balita melalui penimbangan berat badan secara teratur dan terus menerus setiap bulan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS).
b). Pemberian bimbingan dan nasihat pada Ibu sangat penting dalam usaha menumbuhkan perilaku gizi yang positif yang diperlukan dalam UPGK. Dalam memberikan bimbingan dan nasihat, ada enam pesan gizi pokok yang menjadi titik berat penyuluhan, yaitu sebagai berikut :
l. "Anak yang sehat, berat badannya akan selalu bertambah"
2. "Sampai usia 4 bulan, bayi cukup diberi ASI saja"
3. mulai usia bulan ke-5 anak harus sudah mulai diberi makanan
pendamping ASI"
4. "Memasuki usia tahun ke-2. anak dapat diberi makanan biasa. Susuilah
anak selama mungkin selagi ASI masih ada."
5. “Ibu hamil harus makan lebih banyak dari biasanya"
6. "Ibu menyusui harus minum air 8 gelas sehari."
c). Pelayanan pertolongan gizi diberikan untuk menanggulangi penderita gangguan gizi terutama penderita difisiensi vitamin A. Penderita anemia gizi dan pencegahan terjadinya dehidrasi pada anak yang menderita diare. Akan tetapi memberikan pertolongan gizi juga diberikan kepada mereka yang tidak memperlihatkan tanda- tanda defisiensi vitamin A atau anemia gizi. Pemberian kapsul vitamin A dan tablet besi lebih berfungsi sebagai upaya pencegahan dan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya defisiensi.
d). Pemulihan gizi bagi kanak-kanak penderita KKP dilakukan dengan jalan memberikan makanan tambahan guna memenuhi kebutuhan anak akan zat gizi, terutama kalori dan protein. Pemberian makanan tambahan makanan dengan mengutamakan penggunaan bahan makanan yang tinggi kadar kalori dan proteinnya, terutama dari jenis kacang atau hasil olahannya (kacang hijau, kacang merah, tahu, tempe, dan sebagainya). Kanak kanak penderita KKP tersebut akan mendapatkan tambahan makanan dalam jangka waktu antara 60 hari sampai 90 hari, tergantung pada berat ringannya KKP yang diderita.
e). Hubungan timbal balik yang erat antara kejadian gangguan gizi dengan adanya penyakit infeksi pada anak-anak  menjadikan kegiatan penanggulangan berbagai penyakit infeksi melalui imunisasi sebagai kegiatan penunjang UPGK yang sangat penting. Karena kegiatan dasar UPGK tersebut harus ditunjang pula oleh kegiatan Immunisasi.
f). Jarak kelahiran anak yang terlalu rapat merupakan salah satu faktor yang mempertinggi resiko anak akan menderita KKP. Karenanya motivasi dan pelayanan KB sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan UPGK.
g). Penderita KKP yang disertai penyakit infeksi hanya dapat dipulihkan tingkat gizinya apabila penyakit infeksi yang dideritanya sudah disembuhkan.Untuk itu perlu pula dilakukan kegiatan rujukan penderita penyakit infeksi ke puskesmas terdekat atau ke Rumah Sakit sebagai pelengkap kegiatan UPGK.
h). Makanan yang dimakan anak akan sangat ditentukan oleh macam makanan yang disajikan ibunya di meja makan, dan makanan yang disajikan ibu juga tergantung pada bahan makanan apa yang tersedia dan dapat dimasak oleh ibu. Pekarangan dapat mempunyai arti penting sebagai sumber bahan makanan keluarga apabila dimanfaatkan secara berdaya guna dan berhasil guna.Karenanya pemanfaatan pekarangan juga baik sekali dikembangkan guna membantu dan mendorong tumbuhnya swadaya keluarga untuk perbaikan gizi.
           
            2.4.4 Kegiatan & Program Usaha kegiatan gizi

Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam Program Perbaikan Gizi masyarakat adalah sebagai berikut   :
a. Pemberian tambahan makanan dan vitamin
b. Penanggulangan kurang Energi Protein (KEP),Anemia Gizi Besi, gangguan   Akibat Kekurangan Yodium (GAKY),Kurang Vitamin A, dan kekurangannya Zat Gizi Mikro lainnya.
c. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
d. Penanggulangan Gizi- lebih
e. Peningkatan KIE, pencegahan dan pemberantasan penyakit
f. Operasional penunjang program PMK

Kegiatan Program Gizi Harian
Kegiatan program gizi yang dilakukan harian adalah
  1. Peningkatan pemberian ASI Eksklusif adalah Pemberian ASI tampa makanan dan minuman lain pada bayi  berumur nol sampai dengan 6 bulan
  2. Pemberian MP-ASI anak umur  6- 24 bulan adalah pemberian  makanan pendamping ASI pada anak usia  6-24 bulan dari keluarga miskin selama 90 hari.
  3. Pemberian tablet besi (90 tablet) pada ibu hamil adalah pemberian tablet besi (90 tablet) selama masa kehamilan.
  4. Pemberian PMT pemulihan pada Keluarga Miskin adalah balita keluarga miskin yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi di wilayah puskesmas
  5. Kegiatan  investigasi dan intervensi yang dilakukan setai saat jika ditemukan masalah gizi  misalnya ditemukan adanya kasus gizi buruk.
Kegiatan Program Gizi Bulanan
Kegiatan yang dilakukan bulanan adalah
  1. Pemantauan Pertumbuhan Berat Badan Balita ( Penimbangan Balita) adalah  pengukuran berat badan balita untuk mengetahui  pola pertumbuhan dan perkembangan berat badan balita.
  2. Kegiatan konseling gizi dalam rangka peningkatan pendidikan gizi dan Perberdayaan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga/Masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan setiap smester ( 6 bulan sekali)  adalah Pemberian Kapsul  Vitamin A (Dosis 200.000 SI) pada balita adalah  pemberian  kaspusl vitamin A dosis tinggi kepada bayi dan anak balita secara periodik yaitu untuk bayi diberikan  setahun sekali  pada bulan Februari dan Agustus dan untuk anak balita enam bulan sekali dan secara serentak  dalam bulan Februari dan Agustus
Kegiatan Program Gizi Tahunan
Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ( setahun sekali adalah)
  1. Pemantauan Status Gizi balita
  2. Pemantaun konsumsi gizi
  3. Pemantauan penggunaan garam beryodium
Pelaksana program Gizi di Puskesmas dilakukan oleh  tenaga gizi berpendidikan  D1 (Asisten Ahli Gizi) dan DIII (Ahli Madya Gizi)  serta S1/D4 Gizi (Sarjana Gizi)  yang khusus dipersiapkan  atau mahir dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga/Masyarakat  atau sebagai tenaga profesinal di bidang gizi.  Pelaksana Program Gizi dapat juga dilakukan oleh tenaga kesehatan lain yang telah dilatih dalam pelaksanaan program gizi puskesmas.
B.    Program
Upaya Perbaikan Gizi Puskesmas meliputi:
1.    Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)
2.    Upaya Perbaikan Gizi Institusi (UPGI)
3.    Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi Yang Terdiri Dari:
a.    Pencegahan Dan Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
b.    Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Besi (AGB)
c.    Pencegahan Dan Penanggulangan Kurang Kalori Energi  Protein (KEP) Dan Kurang Energi Kronis (KEK)
d.    Pencegahan Dan Penaggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA)
e.    Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Kekurangan Gizi Mikro Lain
f.    Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Gizi Lebih
4.    Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG)

Sasaran program :
Sasaran upaya perbaikan gizi adalah kelompok-kelompok yang beresiko menderita kelainan gizi antara lain:
1.    Bayi, anak balita, anak pra sekolah dan anak usia sekolah
2.    Wanita Usia Subur (WUS) termasuk calon pengantin (cantin), ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, dan usia lanjut (usila)
3.    Semua penduduk rawan gizi (endemik)
4.    Semua anak dan dewasa mempunyai masalah gizi
5.    Pekerja penghasilan rendah.
6.    Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini yaitu :
1.      KIA  (Kesehatan Ibu dan Anak ) adalah upaya dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
2.      Tujuan umum program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)  adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, serta meningkatnya derajat kesehatan ibu dan anak.
3.      UKS (Usaha Kesehatan Sekolah ) adalah upaya pembinaan dan pengembangan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah.
4.      Tujuan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)Untuk memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini gangguan kesehatan yang mungkin terjadi terhadap peserta didik maupun gurunya.
5.      Ruang lingkup UKS (Usaha Kesehatan Sekolah meliputi :
a.       Pendidikan kkesehatan
b.      Pelayanan kersehatan
c.       Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat.
6.      Usaha kesehatan Diare adalah Usaha kesehatan dimana untuk menanggulangi masalah penyakit diare dalam lingkungan masyarakat.
7.      Klasifikasi diare  Secara umum diare disebabkan oleh 2 hal, yaitu gangguan pada proses absorbs atau sekresi.
8.      Faktor penyebab diare :
a.       Faktor infeksi
b.      Faktor umur
c.       Faktor Status gizi
d.      Faktor lingkungan
e.       Faktor susunan makanan
9.      Cara pencegahan diare Pencegahan yang benar dan efektif yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI memperbaiki makanan pendamping ASI, menggunakan air bersih yang cukup, mencuci tangan, menggunakan jamban, membuang tinja bayi yang benar dan memberikan imunisasi campak.
10.  Definisi Usaha kesehatan gizi usaha perbaikkan gizi masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas sektoral, Dilaksanakan oleh berbagai sektor terkait (kesehatan, BKKBN, Pertanian Dalam Negeri), Dikbud, PKKdan lain-lain.
11.  Tujuan Usaha kesehatan gizi Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung perbaikan gin anak balita dan keluarga melalui peningkatan pengertian, partisipasi dan pemerataan hasil kegiatan untuk mencapai keluarga sadar gizi menuju terjadinya manusia berkualitas.
12.  Pokok-pokok kegiatan kesehatan Gizi Pengawasat gizi anak Balita melalui penimbangan berat badan secara teratur dan terus menerus setiap bulan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS).
13.  Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam Program Perbaikan Gizi masyarakat adalah sebagai berikut   :
a. Pemberian tambahan makanan dan vitamin
b. Penanggulangan kurang Energi Protein (KEP),Anemia Gizi Besi, gangguan     Akibat Kekurangan Yodium (GAKY),Kurang Vitamin A, dan kekurangannya Zat Gizi Mikro lainnya.
c. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
d. Penanggulangan Gizi- lebih
e. Peningkatan KIE, pencegahan dan pemberantasan penyakit
f. Operasional penunjang program PMK

3.2  Saran
Demikianlah yang bisa kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan dan rujukan atau refrensi yang kami peroleh.sehubungan dengan makalah ini penulis banyak berharap kepada pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Rahim Arshad. 2011. .Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Puskesmas. (arali2008.wordpress.com ) Di akses tanggal 18 september 2014


Disdik-kepri. 2011. UKS. (disdik-kepri.com/makalah-a-artikel/181-usaha-kesehatan-sekolah). Di akses tanggal 6 september 2014

Eka nurna. 2010. Tujuan KIA. (kesehatangizianak.com/mengenal-manfaat-dan-tujuan-program-kesehatan-ibu-dan-anak) Di akses tanggal 6 september 2014

Elfriza Sibarani.2013.Definisi KIA. (elfriza.blogspot.com) Di akses tanggal 15 september 2014

Effendi(Disdik-kepri). 1998. (disdik-kepri.com). Di akses tanggal 6 september 2014

PKM B1. 2010. .Enam Program Pokok Puskesmas. (promkespkmbanggae1.blogspot.com). Di akses tanggal 20 september 2014

Smeltzer& Barre.  2002.  Diare. (digilib.unimus.ac.id/download.php?id=12834) Di akses tanggal 6 september 2014

Zulkifli. 2003. Gizi Masyarakat. (hakimkep.wordpress.com/2012/06/08/makalah-gizi-masyarakat). Di akses tanggal 15 september 2014





LAMPIRAN

                        Lampiran dari makalah ini merupakan hasil diskusi antara pemateri dan audience, yaitu sebagai berikut :
1.      Anissa Hayyu (140612603579) :  Apa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesehatan gizi?
Jawaban :
Dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam Program Perbaikan Gizi masyarakat, yaitu:
1)      Pemberian tambahan makanan dan vitamin
2)      Penanggulangan kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, gangguan  Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan kekurangannya Zat Gizi Mikro lainnya.
3)      Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
4)      Penanggulangan Gizi- lebih
5)      Peningkatan KIE, pencegahan dan pemberantasan penyakit

2.      Diana Zuroida (140612601448): Bagaimana cara meminimalisir diare bagi anak yang berumur 2 tahun ke atas?
Jawaban :
 Cara meminimalisir diare bagi anak yang berumur  2 tahun keatas dengan cara menjauhkan, membatasi dan mencegah anak tersebut berkontak langsung dengan faktor-faktor penyebab terjadinya diare.

3.      Lariza Puspa Kirana (140612600864) : Kenapa penyakit diare disfesifikasi sendiri?
Jawaban :
Karena penyakit diare yang selama ini banyak di derita masyarakat secara umum dan penyakit ini juga berakibat patal pada kesehatan tubuh kita.

4.      Medha Estu.F (140612604786)  : Apakah usaha kesehatan masyarakat selama ini gagal?
Jawaban :
Bukan gagal, tetapi masih kurang berjalan dengan baik. Sebenarnya pemerintah selama ini sudah menjalankan program-program usaha kesehatan masyarakat tapi program itu belum berjalan dengan maksimal.


5.      Nur Winda Sari (140612606593) : Jelaskan faktor-faktor diare?
Jawaban : 
1)      Faktor Infeksi
Faktor infeksi ini disebabkan oleh virus bakteri, dan parasit yang menyebabkan seseorang terkena penyakit diare.
2)      Faktor Umur
Pengaruh usia tampak jelas pada manifestasi diare. Komplikasi lebih banyak terjadi pada umur di bawah 2 bulan secara bermakna, dan makin muda usia bayi makin lama kesembuhan klinik diarenya. Karena system kekebalan tubuh mereka masih rendah.
3)      Faktor Status gizi
Pada penderita kurang gizi serangan diare terjadi sering lebih sering, Semakin buruk keadaan gizi anak, semakin sering dan berat diare yang diderita.
4)      Faktor Lingkungan
Sebagian besar penularan penyakit diare adalah melalui dubur, kotoran dan mulut, lingkungan merupakan suatu tempat untuk menghidupinya, serta mengembangkan kuman penyebab penyakit diare.
5)      Faktor susunan makanan
Faktor susunan makanan terhadap terjadinya diare tampak sebagai kemampuan usus untuk mengahadapi kendala yang berupa : Antigen (Susunan makanan mengandung protein yang tidak homolog) , Osmolaritas (Susunan makanan yang baik berupa susu maupun makanan padat yang memberikan osmolaritas yang tinggi),  Malabsorpsi (Kandungan nutrien makanan yang berupa karbohidrat, lemak maupun protein), dan Mekanik (Kandungan serat yang berlebihan dalam susunan makanan secara mekanik)

6.      Ria Putri (140612600912) : Bagaimana cara memperbaiki kekurangan posyandu?
Jawaban :
 Cara memperbaiki kekurangan posyandu adalah dengan menambah dan memperlengkap sarana dan prasarana di tempat posyandu, dan menjalankan program-program posyandu dengan benar dan terarah sehingga dampak posyandu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

7.      Santi Alvian (140612601120) : Kenapa bisa suntik campak ke diare?
Jawaban :
Pada anak balita usia 1-4 tahun imunisasi campak dapat
menurukan angka kematian diare sebesar 6-20%. Kejadian penyakit
campak tersebut sangat sering disertai diare dan faktor status gizi
merupakan predisposisi untuk timbulnya diare. Sedangkan komplikasi lain
dari campak adalah kejadian ISPA.

8.      Tri Wulandari (140612602498)  : Bagaimana dampak ibu yang melahirkan tidak normal bagi kesehatan bayinya?
Jawaban :
Dampak ibu melahirkan tidak normal sangat berpengaruh terhadap bayinya, karena biasanya bayi yang dilahir secara tidak normal mempunyai kesehatan yang lebih rendah dibandingkan bayi yang dilahirkan normal.

9.      Yualita Putri Pamungkas (140612602707)  : BKKBN sasarannya ke anak yang kurang gizi, kalau anak yang gizinya sudah terpenuhi bagaimana?
Jawaban:
Anak yang gizinya sudah cukup atau sudah terpenuhi juga merupakan sasaran dari BKKBN, karena program BKKBN bukan hanya untuk mengobati atau memperbaiki status gizi anak yang kurang gizi saja tetapi juga mencegah terjadinya gizi buruk terhadap anak yang gizinya sudah cukup atau sudah terpenuhi.


1 comment:

  1. 🔴 PT. Berniaga Berkah Cemerlang (BBC) Solusi Bisnis di Era Pandemi Hub / WA 085277553117

    TEAM LEADER BBC
    WA : 📱0852 7755 3117
    🔴 Web support BBC
    ✔️https://bit.ly/infobbcberniagaberkahcemerlang

    🍁 Video Penjelasan MARKETING PLAN BUSINESS PT. Berniaga Berkah Cemerlang ( BBC )
    https://youtu.be/XsfyavppHZQ

    🍁 Video Penjelasan Product Knowledge GLOBAL FIT ENZYME & ELBEE CYPRESS BBC
    https://youtu.be/6h3H1vj3P7M

    🔴 Lagi Viral Peluang Bisnis Solusi Mendapatkan Penghasilan Rutin di Masa Pandemik Hub / WA 085277553117

    Salam Sejahtera Buat Semua.

    Saya ingin berbagi peluang bagus dari Bisnis Berniaga Berkah Cemerlang (BBC) yg Baru Launching April 2021 Perusahaan yg Bergerak dalam Bidang Nutrisi Herbal Kesehatan dengan Sistem Network Marketing, serta Legalitas yg sdh Lengkap dan Sistem yg sangat menguntungkan Pro Member dan Para Leader2nya.

    Info Tentang Peluang Bisnis BBC sbb :
    ✅ Legalitas SIUP-L, AP2LI sdh Lengkap
    ✅ Tidak ada Biaya Registrasi/Pendaftaran, Kita lsg beli Produk utk Kesehatan sdh jd Member Resmi.
    ✅ Bonus Pairing/Pasangan Tanpa Syarat apabila member dbwh dispillover kanan dn kiri bonus pasangan tetap dbyrkan tanpa WD.
    ✅ Bonus Refferal Sponsor lsg dibayar pada hari yg sama lsg msk rekening bank stelah posting.
    ✅ NETWORK BBC Ada Gaji Bulanan
    _Apabila member mencapai reward maka akan diberikan tambahan Penghargaan ROYALTY OMSET NASIONAL Min 2% dari Omset Nasional yg AKAN diBayarkan tgl.5 Setiap Bulannya.
    ✅ Modal Ringan cuma 625rb s/d 8.7jt Memiliki Potensi Penghasilan Min.900rb - 12jt/hr*
    ✅ SETIAP BUAT ACARA BOP (PERSENTASI) Akan di Support Manajement.

    🔴 Layanan COD GLOBAL FIT BBC  085277553117
    🔴 Layanan COD ELBEE CYPRESS BBC  085277553117
    🔴 LEADER BBC BERNIAGA BERKAH CEMERLANG
    MELAYANI PENGIRIMAN KE SELURUH KOTA DI INDONESIA 085277553117
    🔴 GLOBAL FIT BBC Layanan COD 085277553117
    🔴 ELBEE CYPRESS BBC Layanan COD 085277553117
    🔴 LEADER BBC BERNIAGA BERKAH CEMERLANG MELAYANI PENGIRIMAN PRODUK² BBC BERNIAGA BERKAH CEMERLANG KE SELURUH KOTA DI INDONESIA Layanan COD 085277553117
    🔴 Cara Daftar Bisnis BBC BERNIAGA BERKAH CEMERLANG BBC NETWORK 085277553117

    Mari Teman2 Bergabung di Bisnis BBC, karena Peluangnya cukup besar buat kita bangkitkan Ekonomi Keluarga, dan Peluang Menjadi *STOKIS DI KABUPATEN KOTA/PROPINSI* Hasilnya juga lumayan besar_

    Terima Kasih
    TEAM LEADER BBC
    WA : 0852 7755 3117

    ✳️ JADILAH TEAM LEADER PERTAMA DI KOTA ANDA ✳️
    #bbc #berniagaberkahcemerlang #globalfit #elbeecypress #bbc #berniagaberkahcemerlang
    #globalfit #elbeecypress

    ReplyDelete